RSUD Labuang Baji SULSEL UPT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan • #sipakabaji
Tentang RSUD Labuang Baji • Makassar

Sejarah Panjang, Layanan Rujukan, dan Peran Pendidikan

RSUD Labuang Baji merupakan salah satu rumah sakit tertua di Sulawesi Selatan. Perjalanan institusi ini dimulai sejak 1938, berkembang menjadi pusat rujukan layanan tertentu, hingga memasuki fase modernisasi dan pendidikan pada era terbaru.

12 Juni 1938
Tanggal pendirian
1955
Diambil alih Pemprov Sulsel
2011
Rujukan TBC-RO/TB-RO
Jan 2023
RS Pendidikan Utama

Rangkuman Sejarah RSUD Labuang Baji

RSUD Labuang Baji memiliki sejarah yang sangat panjang dan merupakan salah satu rumah sakit tertua di Sulawesi Selatan. Berikut rangkuman perjalanan historis dan perkembangannya.

Masa Pendirian (12 Juni 1938)

Rumah sakit resmi didirikan pada 12 Juni 1938. Pada awalnya dibangun oleh Zending Gereja Gereformeerd (lembaga misionaris Belanda). Pembangunannya diarahkan sebagai fasilitas kesehatan untuk menampung dan merawat korban perang, terutama pada masa pergolakan Perang Dunia II di wilayah Celebes (Sulawesi).

Pasca Kemerdekaan & Pengalihan Kelola (1950-an)

Setelah Indonesia merdeka, status kepemilikan dan pengelolaan mengalami transisi. Pada tahun 1955, pengelolaan RSUD Labuang Baji secara resmi diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Sejak saat itu, rumah sakit menjadi aset pemerintah daerah dan berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum di Makassar dan sekitarnya.

Pengembangan Sebagai Pusat Rujukan (1990-an)

Memasuki 1990-an, RSUD Labuang Baji mulai dikenal sebagai rumah sakit rujukan utama untuk penyakit paru di wilayah Indonesia Timur, memperkuat perannya sebagai rujukan layanan tertentu.

Pusat Rujukan TBC-RO / TB-RO (2011)

Pada tahun 2011, RSUD Labuang Baji ditetapkan sebagai pusat rujukan TBC-RO (resisten obat), menjadikannya salah satu pionir dalam penanganan kasus tuberkulosis kompleks di Sulawesi Selatan.

Modernisasi & Rumah Sakit Pendidikan (2020–Sekarang)

Dalam beberapa tahun terakhir, dilakukan pembaruan infrastruktur untuk memodernisasi layanan. Saat ini rumah sakit berstatus Rumah Sakit Kelas B. Pada Januari 2023, RSUD Labuang Baji resmi ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama, sehingga tidak hanya melayani pasien, tetapi juga menjadi tempat pendidikan bagi calon dokter spesialis dan tenaga medis lainnya.

Makna Nama “Labuang Baji”

Nama “Labuang Baji” diambil dari bahasa Makassar. “Labuang” berarti pelabuhan atau tempat berlabuh, dan “Baji” berarti baik. Secara filosofis, nama ini bermakna sebagai “Tempat Berlabuh yang Baik” bagi orang-orang yang mencari kesembuhan.

Nilai Pelayanan

Filosofi “tempat berlabuh yang baik” menguatkan orientasi layanan: aman, nyaman, dan humanis.

Motto

SIPAKABAJI — Komunikatif, Aman, Jujur, dan Ikhlas.